Tampilkan postingan dengan label KULIAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KULIAH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 17, 2009

mengenal praktik pribumi

Jenis Bantuan : Membantu berbagai macam penyakit
Helper : K.H. Ahmad Ghofur (Gus Mad)
Helpee : Orang-orang yang menderita penyakit kronis, atau orang yang
mempunyai hajat tertentu(agar lulus ujian, tes CPNS, sertifikasi, dan lain-lain)
Tempat : Desa Maliran, kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar
Waktu : Buka setiap hari, jam 8-12 dan jam 16.00-20.00
Media : Telur ayam jawa,da air putih, do’a
Cara : Pasien datang kepada ustadz (membawa telur), berbincang dari
ruang tamu, menceritakan keluhan-keluhan yang dirasakan dan
hajat yang diinginkan. Telur ayam diserahkan kepada ustadz,
kemudian dibacakan doa oleh ustadz. Setelah itu pasien diberi air
putih (air doa) oleh ustadz. Pembayaran dilakukan secara
sukarela, uang biasanya dimasukkan ke dalam amplop.
Sumber : Irnada Mufidah

2. Jenis Bantuan : Pengobatan alternatif
Helper : Ustadz Haryono
Helpee : Orang yang menderita penyakit kronis, missal seperti kanker, liver, penyakit kiriman, dan lain-lain
Tempat : Lokasi pengobatan di rumah helper (bekasi)
Waktu : kondisional
Media : kambing, jin dan doa
Cara : pasien berbaring di tempat tidur dan meletakkan kambing di dekat
pasien, Kemudian ustadz membaca doa untuk mengalihkan
penyakit pasien kepada kambing yang telah dipersiapkan, setelah
penyakit tersebut dipndahkan, kambing disembelih untuk melihat
penyakitnya pasien di dalam tubuh kambing tersebut.
Sumber :http://swaramuslim.net/hikayat/more.php?id,




3. Jenis Bantuan : menambah pesona diri dan memikat hati lawan
jenis
Helper : dukun/orang pintar
Helpee : orang yang ingin terlihat mempesona, mempunyai charisma di
hadapan orang lain
Tempat : di rumah atau di tempat praktik dukun
Waktu : setiap hari
Media : susuk(intan,emas, permata)
Cara : Dukun menyiapkan susuk, dan membacakan mantera-mantera
kemudian memasangkan susuk di bagian yang dikehendaki
pasien.
Sumber : http://www.mail-archive.com/madiun
club@yahoogroups.com/msg07208.html online,diakses tanggal
13 Oktober 2009


4. Jenis Bantuan : mengobati segala jenis penyakit
Helper : Ponari
Helpee : orang/anak-anak yang mengidap penyakit
Tempat : di rumah Ponari
Waktu : setiap hari
Media : Batu petir, air (dari pasien sendiri)
Cara : Pasien antri dengan membawa bekal air dari rumahnya masing-
masing, dukun cilik ponari mencelupkan batu ke dalam air pasien
kemudian pasien meminum air celupan batu dari dukun ponari yang dipercaya menyembuhkan penyakitnya.
Sumber : http://nusantaranews.wordpress.com/2009/02/22/belajar-dari-
misteri-ponari/online,diakses tanggal 13 Oktober 2009

Selasa, Oktober 13, 2009

relaksasi

RELAKSASI
A. Pengertian

Chaplin (197) memberi pengertian relaksasi sebagai kembalinya otot ke keadaan istirahat setelah kontraksi. Atau relaksasi adalah suatu keadaan tegang yangg rendah dengan tanpa adanya emosi yang kuat.
Cormier dan Cormier,198 memberii pengertian relaksasi sebagai usaha mengajari seseorang untuk relaks, dengan menjadikan orang itu sadar tentang perasaan perasaan tegang dan perasaan relaks kelompok otot utama seperti tangan, muka, dan leher, dada, bahu, punggung dan perut, dan kaki.
Relaksasi adalah teknik yang dapat digunakan semua orang untuk menciptakan mekanisme batin dalam diri seseorang dengan membentuk pribadi yang baik, menghilangkan berbagai bentuk pikiran yang kacau akibat ketidak berdayaan seseorang dalam mengendalikan ego yang dimilikinya, mempermudah seseorang mengontrol diri, menyelamatkan jiwa dan memberikan kesehatan bagi tubuh
B. Tujuan
Tujuan dari relaksasi ini adalah untuk memperoleh pengenduran otot dan mental. Tujuan lainnya adalah agar tubuh dapat memonitor sesegera mungkin semua signal kontrolnya dan secara otomatis membebaskan tegangan yang tidak diinginkan.Selain itu teknik ini juga berguna untuk mengobati tekanan darah tinggii, sakit kepala, asma, insomnia, kecemasan berpidato, peminum berat, hiperaktif dan kesulitan mengontrol amarah. Dalam sumber lain disebutkan :
• Mampu meningkatkan kesehatan secara umum dengan mempelancar proses metabolisme tubuh, laju denyut jantung, peredaran darah, dan mengatasi berbagai macam problem penyakit
• Mendorong racun dan kotoran dalam darah keluar dari tubuh
• Menurunkan tingkat agretifitas dan perilaku-perilaku buruk dari dampak stres seperti mengkonsumsi alkohol serta obat-obat terlarang
• Menurunkan tingkat egosentris ehingga hubungan intra personal ataupun interpersonal menjadi lancar
• Mengurangi kecemasan
• Pada anak-anak dapat meningkatkan intelegency meliputi karakter kognitif, matematis, logis, serta karakter afektif, relational, kreatif dan emosional
• Meningkatkan rasa harga diri dan keyakinan diri
• Pola pikir akan menjadi lebih matang
• Mampu mempermudah dalam mengendalikan diri
• Mengurangi stres secara keseluruhan, meraih kedamaian dan keseimbangan emosional yang tinggi
• Meningkatkan kesejahteraan
C. Jenis-jenis Relaksasi
Jenis relaksasi yang dikembangkan ahli antara lain :
1. Progesive relaxation oleh Jacobson (1964)
2. Relaksasi otot sebagai prosedur pencegah kecemasan dengan strategi desensitisasi
yang sistematis oleh Wolpe (1958)
3. Progressive Relaxation training oleh Bernstein dan Borkovec (1973)
Sedangkan dalam sumber lain disebutkan ada berbagai macam teknik relaksasi, diantaranya :


1. MEDITASI
Pengertian: Meditasi adalah suatu metode untuk mengalihkan pikiran dari hal-hal yang mengganggu.
Cara melakukan: Duduk tenang, pejamkan mata selama 10-20 menit setiap hari.
2. VISUALISASI
Pengertian: Visualisasi adalah suatu cara untuk melepaskan gangguan dalam pikiran dengan cara membayangkan gangguan itu sebagai sesuatu benda, dan kemudian kita melepaskannya.
Contoh: Orang lansia yang menderita sakit kepala, dapat membayangkan atau menganggap sakit kepala itu sebagai batu. Dalam pikirannya batu itu kemudian dimasukkan ke dalam kantung plastik lalu dibuang dari kepalanya.
3. SENAM PERNAFASAN
Pengertian: Senam pernafasan adalah suatu olahraga pernafasan untuk melatih pernafasan dalam.
Manfaat: Memberi keseimbangan energi, pikiran dan tubuh, melatih kelenturan tubuh, dan dapat memperpanjang umur..
4. DOA
Pengertian: Doa merupakan suatu cara untuk melepaskan ketegangan atau meredakan kegelisahan dengan memasrahkan semua masalah kepada Allah yang Maha Kuasa.
Dalam sumber yang lainnya disebutkan bermacam-macam jenis relaksasi antara lain relaksasi otot, relaksasi kesadaran indera, dan relaksasi melalui hipnosa, yoga, dan meditasi. Berikut ini akan di uraikan satu-persatu mengenai relaksasi diatas
a. Relaksasi Otot
Relaksasi otot bertujuan untuk mengurangi ketegangan dengan cara melemaskan badan. dalam latihan relaksasi otot individu diminta menegangkan otot dengan ketegangan tertentu dan kemudian diminta untuk mengendurkannya. Sebelum dikendorkan penting dirasakan ketegangan tersebut sehingga individu dapat membedakan antara otot tegang dengan otot yang lemas. Relaksasi otot dibagi menjadi tiga antara lain :
1). Relaksasi via Tension-relaxation
Dalam metode ini individu diminta untuk menegangkan dan melemaskan masing-masing otot, kemudian diminta merasakan dan menikmati perbedaan antara otot tegang dengan otot lemas. Disini individu diberitahu bahwa fase menegangkan akan membantu dia lebih menyadari sensasi yang berhubungan dengan kecemasan dan sensasi-sensasi tersebut bertindak sebagai isyarat atau tanda untuk melemaskan ketegangan. Individu dilatih untuk melemaskan otot-otot yang tegang dengan cepat seolah-olah mengeluarkan ketegangan dari badan, sehingga individu akan merasa rileks
2). Relaxation-Via Letting Go
Metode ini bertujuan untuk memperdalam relaksasi. Setelah individu berlatih relaksasi pada semua kelompok otot tubuhnya, maka langkah selanjutnya adalah latihan relaksasi via letting go. Pada face ini individu dilatih untuk lebih menyadari dan merasakan rileksasi. Individu dilatih untuk menyadari ketegangannya dan berusaha sedapat mungkin untuk mengurangi serta menghilangkan ketegangan tersebut. Dengan demikian individu akan lebih peka terhadap ketegangan dan lebih ahli dalam mengurangi ketegangan.
3). Deffrential Relaxation
Deffrential relaxation merupakan salah satu penerapan ketrampilan progresif. Pada waktu individu melakukan sesuatu bermacam-macam kelompok otot menjadi tegang. otot yang diperlukan untuk melakukan aktifitas tertentu sering lebih tegang daripada yang seharusnya (ketegangan yang berlebih) dan otot lain yang tidak diperlukan untuk melakukan aktifitas juga menjadi tegang selama aktifitas berlangsung. oleh karena itu untuk merilekskan otot yang tegangannya berlebihan dan otot yang tidak perlu tegang, pada waktu individu melakukan aktifitas tersebut dapat digunakan relaksasi defferential
b. Relaksasi Kesadaran Indera
Dalam teknik ini individu dapat diberi satu-persatu seri pertanyaan yang tidak dijawab secara lisan tetapi untuk dirasakan sesuai dengan apa yang dapat atau tidak dapat dialami individu pada waktu intruksi diberikan. Pengembangan teknik dapat mengacu pada teori Golfried
c. Relaksasi melalui Hipnosa, Yoga, dan Meditasi
Metode ini merupakan suatu tehnik latihan yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran yang selanjutnya membawa proses mental lebih terkontrol secara dasar. Selanjutnya tujuan dari latihan ini ada dua yaitu pertama agar seseorang dapat memiliki insight yang paling dalam tentang proses mental didalamnya, insight tentang kesadaran identitas dan realitas; kedua seseorang memperoleh perkembangan kesejahteraan psikologis dan kesadaran yang optimal. Berikut ini akan diperinci mengenai penjelasan teori di atas
1). Hipnosa
hipnosa adalah kondisi yang menyerupai tidur lelap tapi lebih aktif, saat seseorang memiliki sedikit keinginan tahu dari dirinya dan bertindak menurut sugesti dari orang yang menyebabkan terjadinya kondisi tersebut. Hipnosa adalah sebuah teknik yang lebih dikenal luas tetapi masih kurang dipahami, hipnosa didefinisikan sebagai suatu kesadaran yang berubah secara semu dimunculkan dan dicerna oleh meningkatnya penerimaan terhadap sugesti
2). Yoga
Pengertian Yoga sistem filsafat agama hindu yang memerlukan disiplin fisik dan mental intens sebagai cara mencapai kesatuan dengan ruh universal. Yoga adalah sebuah sistematika baru yang mampu menjelaskan manusia secara utuh, bagaimana menjalani hidup secaraberimbang serta bagaimana cara bertahan hidup jika tidak ada keseimbangan.
3). Meditasi
Dewasa ini meditasi banyak digunakan dalam banyak hal. Ada yang melaksanakan meditasi untuk mendapatkan kedamaian dan kekuatan jiwa. ada yang melakukan pengendalian diri, ada yang untuk mendapatkan kekuasaan atas orang lain, bahkan ada hanya untuk mendapatkan ketenangan, atau rileksasi setelah keseharian kerja.
istilah meditasi dikenal luas baik di Indonesia maupun di manca negara, baik orang awam maupun ilmiah. Bahkan praktek meditasi telah banyak menyebar luas keseluruh lapisan masyarakat, akan tetapi banyak orang yang belum memahami tentang meditasi itu sendiri. Banyak diantara mereka yang mempersepsikan meditasi dengan ritual agama tertentu saja, bahkan ada pula yang mengkaitkan meditasi dengan praktek-pratek perdukunan dan klenik. untuk itulah dalam hal ini akan diperinci mengenai pengertian dan istilah meditasi tanpa dikaitkan dengan masalah keagamaan atau dunia paranormal.
Meditasi adalah suatu teknik latihan dalam meningkatkan kesadaran, dengan membatasi kesadaran pada satu objek stimulasi yang tidak berubah pada waktu tertentu untuk mengembangkan dunia internal atau dunia batin seseorang sehingga menambah kekayaan makna hidup baginya.
Ada berbagai macam jenis meditasi, dibawah ini akan disajikan beberapa teknik dengan menggunakan objek tertentu, yaitu meditasi dengan menghitung pernafasan, meditasi pernafasan, meditasi suara, meditasi visual, meditasi gelembung pikiran, meditasi dengan mantra.Berikut ini adalah rincian tentang meditasi-meditasi tersebut:
a). Meditasi Menghitung Pernafasan
Disini seseorang bermeditasi dengan menghitung keluar masuknya pernafasan dari hidung. Beberapa ahli mensarankan hitungan yang berbeda. ada yang menghitung dari satu samapai empat saja kemudian di ulang lagi. Ada juga yang mensarankan menghitung sampai sepuluh. Bahkan ada yang menyarankan ketika menarik nafas sekali dan kemudian mengeluarkan termasuk hitungan kesatu, begitu seterusnya. Pada dasarnya semuanya benar dan yang perlu digaris bawahi adalah tujuan utama meditasi ini adalah memperhatikan hitungan, bukan menghitung itu sendiri
b). Meditasi Pernafasan
Pada meditasi ini, pusat perhatian diarahkan pada kegiatan pernafasan itu sendiri dan bukan pada kegiatan menghitung. Jadi seseorang terus menerus secara sadar memperhatikan keluar masuknya udara lewat hidung.
c). Meditasi Suara
Objek yang dijadikan pusat perhatian dalam meditasi ini adalah suara, baik yang ada dalam diri maupun yang ada disekitar. Meditasi ini sering juga disebut meditasi penyadapan suara
d). Meditasi Visual (Visual Meditation)
Dalam meditasi visual ini, seorang harus memilih satu objek sebagai stimulus untuk memusatkan perhatian.
e). Meditasi Gelembung Pikiran
Meditasi ini juga disebut sebagai penyadapan pikiran, karena dilaksanakan dengan memperhatikan pikiran-pikiran yang muncul. Pikiran-pikiran itu bisa diibaratkan sebagai gelembung-gelembung yang muncul dari air ketika air diberi sabun. Disini seseorang diminta memperhatikan gelembung-gelembung yang muncul dan naik ke udara kemudian hilang. Kadang kalanya tidak hanya pikiran yang muncul,tetapi juga perasan atau sensasi tubuh.
f). Meditasi dengan Mantra
Ini adalah bentuk meditasi yang banyak dilakukan orang. Mantra disini diartikan sebagai suatu frasa atau kata yang dibaca berulang-ulang (wirid atau dzikir dalam agama Islam). Meditasi ini biasanya memang lebihbaik kalau dilakukan dengan mengikuti satu ajaran agama tertentu. Misalnya orang Islam menggunakan kata ALLAH, orang Hindu menggunakn kata OM, dan sebagainya
D. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan dari dari teknik inii adalah :
- prosedur ini mudah untuk diaplikasikan
- relatif mudah
- tidak perlu menggunakan alat alat yang rumit
- waktu yang dgunakan relatif singkat
Namun teknik ini agak sulit dipraktikkan kepada orang orang yang susah konsentrasi. Karena teknik ini sangatlah membutuhkan konsentrasi tinggi.

E. Prosedur Aplikasi
Cormier dan Cormier, 198 mengemukakan 7 langkah relaksasi, sebagai berikut ini:
1. Rasional, yakni konselor mengemukakan tujuan dan prosedur singkat pelaksanaan
relaksasi
2. Instruksi tentang pakaian,konseli hendaknya diberi petunjuk baju yang layak
untuk relaksasi
3. Menciptakan lingkungan yang nyaman, hal ini bertujuan agar relaksasi menjadi
efektif
4. Konselor memberi contoh latihan relaksasi itu
5. Memberikan instruksi instrksi untuk relaksasi otot
6. Penilaian setelah latihan
7. Memberikan pekerjaan rumah dan tindak lanjut




Sumber rujukan :

http://www.sabda.org/c3i/bab_6_stress_dan_relaksasi,(online),diakses tanggal 06 Oktober 2009
Prof. Dr. Soli Abimanyu, M.Sc dan Prof. Dr. Thayeb Manrihu ,Bimbingan Konseling Universitas Negeri Makassar
http://deatma.wordpress.com/2009/09/16/relaksasi/(online),diakses tanggal 06 Oktober 2009

Rabu, September 30, 2009

eksistensi riset kualitatif

EKSISTENSI RISET KUALITATIF
1. Hakekat Riset Kualitatif
Istilah research berarti proses sistematis bersifat inkuiri atau pencarian dan penemuan pembenaran mengenai sesuatu atau serineg disebut penelitian. Hakekat riset kualitatif ini mencakup dasar filosofis riset kualitatif dalam pengembangan ilmu dan profesi. Definisi dan cirri-cirinya serta alasan keberadaannya dalam pengembangan ilmu dan profesi. Dan dipaparkan pula gambaran keadaan sekarang riset kualitatif dalam berbagai bidang ilmu khususnya sosiologi, psikologi, profesi pendidikan dan bimbingan konseling.
a. Pengembangan Ilmu dan Profesi.
Pengembangan Ilmu dan Profesi merupakan proses upaya pengayaan konsep dan konstruk dan proposisi, atau pencermatan yang sudah ada, untuk menemukan kebenaran ilmiah baru, yang bermuara pada peningkatan kualitas ilmu dan efektifitas profesi. Untuk itu, dilakukan riset dengan berbagai metode. Terdapat dua pilihan metode riset, kuantitatif dan kualitatif. Riset kualitatif banyak digunakan dalam ilmu social, terutama dalam sosiologi, antropologi dan psikologi. Akan tetapi yang banyak digunakan adalah riset kuantitatif,ini disebabkan karena kecenderungan keilmuan social dan keahlian bidang profesi untuk menunjukkan sifat-sifat saintifik menurut kritreria objektifistik dan mengutamakan obyek studi yang dapat diukur.
Penulis menyiratkan keyakinan adanya perbedaan antara kualitatif dan kuantitatif yang periu dipahami. Yakni tegas dikatakan Maxwell bahwa pemahaman mengenai perbedaan-perbedaan itu dalam hal logika, dan implikasinya pada kekuatan dan keterbatasan relatif dari kedua pendekatan, adalah penting untuk pemakaian secara produktif dari kedua pendekatan tersebut.
Namun dalam bab ini, tidak bermaksud menguraikan secara mendalam kekuatan dan kelemahan masing-masing ancangan. Tujuan dari bab ini semata-mata menunjukkan perbedaan filosofi kuantitatif dan kualitatif yang menjadi dasar pendeskripsian karakteristik riset kualitatif(pada Bab III).
Filosofi pertama secara umum meyakini hakekat realitas sesuatu, termasuk hakekat dan kehidupan manusia, adalah benda atau kebendaan konkret yang relatif konstan. Karenanya, focus studinya(epistemology) adalah wujud konkret sesuatu benda dan pengaruh benda satu terhadap yang lain. Metode digunakan guna memperolah kebenaran segala sesuatu adalah melalui pembatasan realm menjadi variable, konstante, objektifikasi, konkretisasi, pengukuran secara pasti sesuatu, dan control. Psikis dan jiwa manusia misalnya dikonkretkan berupa tingkah laku tang teramati dan terukur. Dan dijadikan kuantifikas atau angka-angka. Dan metodenya dilabelkan dengan riset kuantitatif.
Filosofi kedua meyakini hakekat realitas(ontology), terutama eksistensi dan kehidupan manusia adalah ide-ide yang berkemauan bebas, didominasi pengahaytan subyek, senantiasa dalam proses menjadi, dinamis dan tidak konstan.Kerena itu, proses studinya adalah proses, dinamika dari penghayatan subyekitu sendiri, dan untuk mengetahui realitas itu adalah melalui mengahayti pengahayatan subyek dan memahami pemahaman subyek sendiri. Dalam khazanah riset keilmuan, metode ini disebut riset kualitatif.


b. Apa itu Riset Kualitatif?
Secara harfiah berarti kualitas(baik-buruk), tataran(tinggi-rendah), kadar(banyak-sedikit) sesuatu fenomena, peristiwa atau kejadian. Menurut J.Taylor dan Robert Bodan bahwa” metode kualitatif menunjuk pada pengertian luas yaitu riset yang menghasilkan data deskriptif, kata-kata yang ditulis atau yang diucapkan orang dan perilaku yang diamati.”
Sedangkan Roger Dones menunjukkan sifat interpretif dan naturalistic pada riset kualitatif dengan ungkapan” riset kualitatif menempuh pendekatan interpretif dan naturalistic terhadap subyek kajiannya, para periset kualitatif mengkaji sesuatu di dalam latar naturalnya, berusaha member arti fenomena menurut makna yang orang-orang berikan terhadap fenomena yang bersangkutan”.
Definisi lain yang membedakan riset kulitatif dan kuantitatif adalah riset kualitatif sering berupaya menjawab dari sebuah pertanyaan daripada menguji hipotesis. Sedangkan definisi deskriptif mengenai riset kualitatif menyertakan berbagai tipe, jendre dalam rumusa, salah satunya adalah riset yang berfokus pada data bukan angka, dan memakai teknik dan pendekatan seperti analisis isi, percakapan, teori kritik, dekonstruksi etnometodologi, teori grounded, interview, sosisologi pengetahuan dan pemahaman empatik(verstehen).
Di samping itu, Norman K. Denzin dan Yvonna S. Lincoln(2000) mengungkapkan “riset kualitatif melibatkan pengkajian yang memanfaatkan dan mengumpulkan berbagai material empiric melalui studi kasus, pengalaman pribadi, instrospeksi, kisah hidup, wawancara, benda-benda purbakala, teks teramati, historis, interaksional dan tes visual”.
Ada pula definisi riset kualitatif dalam psikologi yang lebih memfokuskan perhatian pada rangkaian aktivitas penafsiran dan pemaparan, namun masih terbuka aplikasinya.Riset kualitatif dalam psikologi adalah:
a. suatu upaya menangkap kesan.
b.suatu penjajakan, pengungkapan luas dan sistematisasi suatu arti dari fenomena yang teridentifikasi.
c. Suatu pemaparan bersifat penjelas mengenai makna suatu isu yang telah dibatasi ruang lingkupnya.(Banister, dkk,1994:3)
Definisi Banister ini, tentu tidak terbatas pada riset psikologi. Bisa digunakan oleh sosiolog,dan guru BK. Sebagai contoh guru BK, yang berniat mengetahui taraf keakraban para muridnya, maka sang guru bergaul dengan kelompok muridnya, berdiskusi, bercengkrama dan melakukan pengamatan langsung, setelah itu melakukan pencatatan kata-kata dan tindakan murid yang kemudian menafsirkan maknanya. Dalam kasus ini guru telah melakukan riset kualitatif.
Akan tetapi bidang kajian ilmuwan dan kaum professional adalah lebih luas daripada yang diilustrasikan di atas. Dan untuk dapat disebut sebagai riset kaulitatif juga harus memenuhi prasyarat mereka(peneliti) sadar berniat menemukan kebenaran ilmiah mengenai fenomena subyek dalam ranah kerja masing-masing. Dan juga mereka harus menggunakan kepekaan, imajinasi, intuisi, dan kreativitas masing-masing dan melakukan analisis secara sistematis.
c. Mengapa Riset Kualitatif?
Terdapat dua alasan mengapa praktisi dan ilmuwan social melakukan Riset Kualitatif :
a. Alasan Praktis
Menurut Michael D. Myers motivasi untuk melakukan riset adalah bersumber dari pengamatan, adanya sesuatu yangmembedakan manusia dari alam(dunia fisik), yaitu bahwa kemampuan kita untuk berbicara. Metode ini dirancang untuk membantu periset memahami orang dan konteks social dan cultural dalam mana mereka hidup.
b. Alasan Idealis
Secara idealis, riset ini menduduki peranan penting dalam pengembangan disiplin ilmu social dan profesi. Yakni dalm mengeksplorasi,mendeskripsikan dan menjelaskanbanyak fenomena manusia, baik kehidupan social maupun pribadi. Riset ini merupakan suatu keharusan, sangat niscaya adanya, terutama jika dilandasi filosofi eksistensi manusia.
Apa landasan filosofinya?
Hakekat manusia adalah makhluk hidup dan bukanlah benda yang reaktif terhadap lingkungan sekitarnya. Manusia adalah makhluk aktif dan kreatif, lebih teologis, sadar tujuan, dinamis, berproses dan tidak pernah konstan. Selain itu juga manusia memiliki keutuhan atau totalitas(gestalt)baik secara pribadi, social ataupun makhluk religius.Hingga akhirnya riset kualitatif mampu menangkap realitas empiric sesungguhnya yang tidak terkonstruksi secara tetap sebelumnya

2. Riset Kualitatif dalam Berbagai Bidang
a. Bagaimana Riset Kualitatif dalam Ilmu Sosial?
Dalam ilmu social, riset inoi berfungsi menemukan pola-pola keteraturan dalam kehidupan social dan mengurusi kelompok social. Lewis mengisyaratkan bahwa jika dikelola dengan baik, riset ini memberikan penjelasan unik mengenai kehidupan manusia dan memberikan pemahaman mendalam mengenai masyarakat.
Ruang lingkup ilmu social cakupannya dari kebijakan umum diteruskan kepada sector privat bersifat terapan dan akademis. Selain itu terdapat pula tujuh paradikma dalam riset ilmu social yaitu : paradigma konflik(kemampuan beberapa kelompok dalam mendominasi pihak lain), paradigma etnometodologi ( mengkaji fenomena yang menggambarkan bagaimana orang-orang memberikan arti kehidupansosial dalam proses mereka di dalamnya), paradigma feminisme( mengkaji bagaimana laki-laki mendominasi masyarakat yang mengatur kehidupan social), paradigma darwinisme ( mengkaji tentang evolusi progresif manusia dalam kehidupan social), paradigma positivisme (semua kaidah yan mencakup kehidupan social dapat diteliti), paradigma structural fungsional( mengkaji fenomena social dengan focus apa fungsi-fungsi berbagai unsur yang membentuk system social dalam keutuhan system), dan paradigma interaksionisme simbolik( mengkaji bagaimana pemaknaan bersama anggoat masyarakat dan pola-pola social berkembang dalam aktivitas interaksi social).
Berbeda dari pandangan tersebut, George Ritzer merumuskan tiga paradigma (khusus pada sosiologi), yakni social facts(mencakup sejumlah perspektif teori, missal structural fungsional,konflik dan system social, focus kajiannya dalam lembaga social berskala besar. Dismping itu juga,dampak fenomena struktur itu terhadap pemikiran dan tindakan individu). Paradigma definisi social(akar teori Max Weber, meyakini bahwa dalam aksi social para actor mendefinisikan situasi social mereka dan dampak definisi itu dalam keberlangsungan tindakan dan interaksi). Yang ketiga adalah Social Behavior (berakar pada pandangan ahli psikologi behavioral yakni Burrnus Federic Skinner,reinforce membangkitkan tingkah laku, dan punishment menghambat tingkah laku, sehinnga metode yang khas digunakan adalah eksperimen). Realitas social itu pada dasarnya subyektif, berisi penafsiran actor atau perilaku social atas individu sendiri dan situasi dalam mana individu berada.
b. Bagaimana Riset Kualitatif dalam Psikologi?
Berkembangnya riset ini berawal dari keadaan krisis (1960-an), perkembangan psikologi dipenuhi proposisi dann teori dari hasil penelitian Angka-angka. Ditinjau secara luas, keadaan krisis menunjuk pada keadaan genting di mana terjadi kekaburan orientasi yakni dasar dan arah penjelasan keilmuan, banyak terjadi perbedaan pandangan dan perselisihan. Di samping itu, tampillah pruralitas dan marak bermunculan kritik(kegiatan yang didasari berbagai keraguan, ketidakpercayaan, dan pertentangan pendapat).Alexa Hepburn mengorganisasikna kritik selaku penanda krisis dalam tiga tema luas yakni
1. The critique of individualism (dipicu oleh orientasi psikologi social bergerakk kembali ke arah menerapkan penjelasan kognitif yang lebih individual)
2. The critique of methods (kegiatannya didorong oleh kerisauan, focus metode rist yang makin menyempit dan ketidaklayakannya untuk memahami aktivitas manusia)
3. The critique of theoritical (didorong oleh kerisauan lepasnya strutur social yang lebih luas dari riset psikologi social).
Menyadari bahwa psikologi tidak dapat bertahan dengan paradigma lama yang mengalami krisis pada tahun 1960-1970-an, yang ditandai bermunculan bahwa mustahillah bekerja dengan cara menekan atau membatasi interpretasi. Oleh karena itu dikembangkanlah riset kualitatif, sehingga memunculkan paradigma baru yang dicekoki oleh konsepsi ilmu positivistic yang berusaha menemukan hukum-hukum yang mereka pikir ditentukan oleh hubungan-hubungan sebab-akibat dan keasyikan bekerja dengan variable-variabel bebas dan bergantung dalam psikologi adalah suatu wujud keberpegangan pada positivistic(lih. Banister,dkk,1994:4-8).
Realitas psikis terhadap manusia (tingkah laku, perasaan) memiliki fenomena yang tidaklah jelas tapal batasnya. Oleh karena itu, riset kualitatif muncul kembali menawarkan jalan pemahaman lebih bijak. Dengan kata lain, salah satu alasan kemunculan kembali kesadaran akan perlu dan mulai populernya riset kualitatif dalam psikologi adalah upaya usah keluar dari krisis yang telah disebutkan di atas.
c. Bagaimana Riset Kealitatif dalam Profesi Pendidikan dan Bimbingan Konseling?
Hakekat realitas yang domain dihadapi dala bidang pendidikan dan bimbingan adalah makhluk hidup(manusia) yang bisa berkembang dengan segala dinamikanya.
Riset Kualitatif terhadap produk ( yaitu hasil-hasil berupa angka tiap komponen) adalah menolong penanggung jawab dan pelaksana program dalam pengetahuan keefektifan (sejauh mana berhasil atau tidak berhasilnya) tiap komponen, secara parsial. Dan peran riset kualitatif dalam hal ini adalah mengenali “apa saja isi kurikulum bimbingan yang belum dilakukan dan siapa yang melakukan yang baru tersebut”. Selain itu juga pertanyaan-pertanyaan yang mengandung “ mengapa pimpinan sekolah tertentu sedemikian aktif dan lainnya tidak aktif dalam bekerja sama memberikan dukungan bagi kelancaran program BK”, atau “ bagaimana berlangsung sehari-hari proses saling mendukung dan saling menghambat antara pelaksanaan komponen satu dengan pelaksanaan komponen lainnya” hanyalah bisa dijawab dengan riset kualitatif.
Lebih-lebih akhir-akir ini, konseling dan psikoterapi bukan hanya sebagai suatu disiplin mandiri(salah satu teknik dari psikoterapi), akan tetapi juga telah berkembang dengan 4 paradigma. R. Rocco Cottone mempublikasikan 4 paradigma itu adalah :
1. Organik medic ( meyakini hakekat realitas adalh kebendaan fisik, berfokus pada studi biologis, kimiawi dan factor fisik internal mempengaruhi tingkah laku)
2. Psikologis ( hakekat realitas adalah kebendaan fisik dan non fisik, focus studi pada factor internal non fisik dan factor eksternakl yang mempengaruhi tingkah laku)
3. Sistematik Relasional(hakekat realitas manusia adalah hubungan, focus studi adalah hubungan yang mempengaruhi tingkah laku)
4. Kontekstual (hakekat realitas adalah perubahan dan proses focus studi pada consensus manusia sebagai proses yang terus menerus menstruktur.
Tiga dari 4 paradigma di atas (2,3 dan 4) didominasi oleh cirri hubungan dan proses yang dinamis, terutama pada paradigma ke 3 dan 4 meyakini dominannya totalitas hubungan yang bersifat sirkuler pada realitas kajiannya. Dan metode untuk memahami realitas tersebut itu tentulah menggunakan riset kualitatif.

Senin, Juli 06, 2009

INFO KARIR LAGI

A. PENTINGNYA INFORMASI TENTANG DUNIA KERJA

  1. Pengertian Informasi.

Informasi adalah segala sesuatu yang membuat orang menjadi tahu dan mengerti tentang sesuatu. Sebagai pengetahuan, informasi disebut dengan pengetahuan verbal atau pengetahuan deklaratif (gagne,1988).Dalam kehidupan sehari-hari seseorang pasti memerlukan informasi dan pengetahuan. Misalnya dalam bepergian, dalam berbelanja dan lain-lain. Begitu juga dengan bimbingan karir.

Termasuk juga dalam pengertian informasi adalah nama, sebutan, fakta, data dan keterangan. Dalam bidang bimbingan dan karir, informasi tentang dunia pekerjaan termasuk juga seperti nama-nama, seperti “dokter” (istilah tenaga profesional), “rumah sakit”(tempat), dan lain-lain.

Informasi karir juga terdri atas fakta-fakta. Misal beberapa fakultas yang terdri atas beberapa jurusan, KJI yang merupakan terbitan dari Departemen Tenaga Kerja, dan lain-lain. Informasi karir berupa nama-nama, pengertian-pengertian dan fakta-fakta yang jika saling berhubungan dan terorganisasi membentuk satu himpunan pengetahuan yang bulat dan bermakna.

B. BERBAGAI INFORMASI KARIR

Informasi karir dibedakan menurut sifatnya, yaitu apakah kuantitatif atau kaulitatif. Informasi kuantitatif, sebagaimana jelas dari namanya, berupa angka-angka atau jumlah, seperti penyebaran pekerjaan, arah kecenderungannya, dan data banyaknya lowongan kerja. Informasi kualitatif bercerita tentang sifat pekerjaan yang dilakukan, persyaratan yang dituntut untuk bisa melakukan pekerjaan itu, imbalan, keadaan dan kondisi kerja itu. Bisa juga diadakan penggolongan atas informasi pokok (kekarieran) dan informasi lain yang bisa disebut informasi konteks karir. Termasuk di dalam yang disebut belakangan adalah informasi sosial-budaya di mana suatu pekerjaan atau industri bertempat atau beroperasi.

Informasi Kuantitatif

Data Statistik Ketenagakerjaan.Adanya informasi pekerjaan yang lengkap dan terorganisasi dengan baik sangat membantu kerja konselor dalam tugasnya membimbing siswa menyusun perencanaan kerja. Klasifikasi jabatan dan informasi mengenai jumlah pekerjaan, jumlah tenaga kerja di waktu sekarang, arah kecenderungan kebutuhan tenaga di waktu yang akan datang, gambaran mengenai perkembangan penduduk dalam rangka perkembangan ekonomi, akan memberikan gambaran mengenai dunia kerja dan lingkungan masyarakat pada umumnya, hal yang sangat berguna bagi para siswa yang sedang memikirkan kerja setamat dari sekolah.

Untuk melaksanakan BK Karier di Sekolah, konselor memerlukan data statistic ketenagakerjaan yang dapat diperoleh dari biro statistic, biro sensus dan depertemen tenaga kerja sebagai sumber utama konselor.. Situasi ketenagakerjaan tidak lepas dari situasi kependudukan umumnya. Biro sesnsus setempat mempunyai data jumlah penduduk dan penyebarannya menurut sejumlah cirri misalnya usia, kelamin, agama, suku, pendidikan, pekerjaan, warga yang tidak bekerja, pendapatan,informasi mengenai kedudukan social ekonomi penduduk. Agar data bermakna, sebaiknya siswa dilibatkan dalam pengumpulannya.

Departemen Tenaga kerja, di samping Biro sensus dan Biro Statistik merupakan sumber yang andal. Buku Occupacional Outlook Handbook(OOH), yang diterbitkan oleh Departemen Perburuhan Amerika, maka buku ini sangat membantu konselordalam membantu siswa dalam perencanaan karirnya.OOH juga memuat data kuantitatif diantaranya pertumbuhan penduduk dan proyeksinya, distribusi penduduk menurut usia, proporsi pekerja wanita menurut usia dan tahun, jumlah pekerja dalam kelompok industri yang utama, perbandingan jumlah pekerja antara sector bisnis dan industri dan yang terpenting adalah data tentang proyeksi perubahan pekerjaan dan jumlah kebutuhan pekerja di berbagai sektor.

Informasi Kualitatif

Klasifikasi Jabatan Indonesia (KJI). Departeman Tenaga Kerja, juga telah menyusun satu system klasifikasi jabatan. Sistem ini termuat dalam Klasifikasi Jabatan Indonesia (KJI), sampai sekarang sudah terbit tiga edisi . Buku klasifikasi jabatan yang dihasilkan berguna untuk referensi ketenagakerjaan. Klasifikasi jabatan ini meluputi seluruh jabatan baku yang dilakukan oleh tenaga sipil.

Sturktur Klasifikasi Jabatan. KJI ini disusun berdasarkan persamaan dalam pelaksanaan pekerjaan berdasarkan tingkatannya. Struktur ini terdiri dari empat tahap, yakni :

a. Golongan pokok Jabatan

b. Golongan Jabatan

c. Kelompok jabatan

d. Jabatan

Rincian golongan pokok jabatan KJI. Menurut klasifikasi yang dikembangkan, golongan pokok jabatan dirinci atas delapan pokok jabatan dan satu golongan pokok yang khusus yaitu angkatan bersenjata. Rincian tersebut adalah sebagai berikut :

0/1 tenaga professional atau tenaga ahli

2 tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan

3 pejabat pelaksana

4 tenaga usaha penjualan dan pembelian

5 tenaga usaha jasa

6 tenaga usaha pertanian, termasuk perkebunan, peternakan, kehutanan,

perikanan dan perburuhan

7/8/9 tenaga produksi dan tenaga abdi, operator alat angkutan dan tenaga pekerja kasar

X tenaga kerja yang tak dapat dikalsifikasikan ke dalam suatu jabatan

00 Anggota angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Sifat-sifat Golongan Jabatan. Dari rincian golongan pokok jabatan di atas, nyata bahwa golongan itu dari golongan pokok 0/1 sampai 7/8/9 berjenjang, golongan pokok 0/1 tertinggi dan 9 adalh terendah (jabatan yang menuntut pendidikan minimum)

Sistem Kode Jabatan. Berdasarkan tingkat struktur jabatan system kode tersebut adalah sebagai berikut :

Satu angka untuk golongan pokok (pokok jabatan)

Duangka untuk golongan (golongan jabatan)

Tiga angka untuk kelompok jabatan

Lima angka untuk jabatan. Dengan memperhatikan kode jabatan, dapat diketahui bahwa jabatan tertentu itu tingkat kepala, pengawas, manager dan lain-lain.

C. CIRI-CIRI INFORMASI KARIR

Untuk menyusun rencana karir,, siswa perlu mempunyai pemahaman tentang dunia kerja. Selanjutnya dengan pemahaman tersebut siswa akan lebih mampu menyusun rencana dan menentukan pilihan pekerjaan. Adanya layanan bimbingan karir, dalam hal ini berupa informasi, dimaksudkan untuk menyajikan kepada para siswa bermacam informasi, khususnya informasi tentang pendidikan dan jabatan.

Dalam pengambilan keputusan karir, siswa perlu mengadakan penjajagan. Dalam tahapan pengambilan keputusan siswa juga perlu informasi yang memenuhi syarat sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Ada sejumlah ciri yang harus dimiliki informasi, agar berguna untuk keperluan bimbingan.

a. Akuratnya informasi

Maksudnya informasi ini dapat dipercaya, tidak bias(mengandung prsangka) dan berasal dari sumber yang berwenang. Misal informasi tentang kesehatan berasal dari DepKes, tidak berasal dari kesan pribadi orang yang pernah dirawat atau kenalan. Informasi yang cermat tentang suatu pekerjaan berupa uraian tugas yang rinci, di tempat mana pekerjaan itu dilakukan, bagaimana kondisi pekerjaan, syarat memasuki pekerjaan, cara melamar, ada tidaknya resiko, gaji dan pendapatan, kenaikan pangkat, prospek pekerjaan itu sendiri. Biasanya sumber yang andal adalah KJI dan KJN.

b. Barunya informasi

Syarat barunya informasi sangatlah penting. Tidak ada gunanya, bahkan menyesatkan memberikan informasi yang tidak mutakhir untuk keperluan perencanaan karir. Sehubungan dengan ini, maka bahan-bahan informasi berupa brosur atau selebaran biasanya lebih update daripada buku, karena bahan-bahan tersebut lebih sering terbit daripada buku.

c. Ketersediaan Informasi

Ini adalah kewajiban konselor untuk melengkapi kantor bimbingannya dengan bahan informasi yang selengkap mungkin dan beraneka ragam. Di saping perpustakaan kantor Bimbingan, sekolah juga perlu memiliki perpustakaan yang kaya akan sumber yang sama yaitu sumber informasi.

Media bantu yang lain adalah semacam leaflet, majalah,surat kabar,media audio-visual seperti media elektronik dan multimedia.

D. MENGEMBANGKAN INFORMASI KARIR

a. Pengadaan Bahan Informasi Karir oleh Konselor

Dalam langkanya bahan informasi karir, konselor perlu aktif berprakarsa sendiri mencari dan mengumpulkan bahan dari berbagai sumber. Sumber-sumber yang lazim adalah badan-badan resmi pemerintah, terutama BPS dan Depnaker, beserta segenap kantornya di daerah. Dari kantor setempat bisa diperoleh KJI,KJN, statistik ketenagakerjaan, undang-undang dan peraturan perburuhan, dan sebagainya.

b. Kliping sebagai Bahan Informasi Karir

Surat kabar yang terbit setiap hari, tentunya memuat berbagai informasi termasuk lowongan tenaga kerja,artikel tentang cara belajar, kelanjutan studi, perencanaan pendidikan, pemahaman lingkungan masyarakat dan sebagainya. Konselor yang kreatif bisa memanfaatkan hal tersebut dengan cara menggunting dan mengklipingnya.

c. Penggunaan Kliping untuk Pelayanan Informasi Karir

Bahan-bahan kliping yang sudah terkumpul haruslah dipergunakan. Untuk bisa digunakan dengan sebaik-baiknya, bahan itu perlu dinilai, dan penggunaanya harus diprogramkan dan direncanakan.

d. Penggunaan Karya Tulis

Selain menggunakan kliping, konselor juga bisa menggagas permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan informasi karir untuk disajikan dalam pertemuan-pertemuan ilmiah seperti seminar.

E. STRATEGI BARU MENINGKATKAN KARIER

Teori yang menyukai tantangan tentu selalu ingin mengembangkan kariernya ke tingkat yang lebih tinggi. Banyak cara yang bisa dilakukan agar hal tersebut bisa terwujud.
Konsultan karier Liz Ryan, seperti dikutip businessweek.com, menerangkan bahwa mengembangkan karier bisa diartikan sebagai kemampuan untuk mengambil kesempatan dan berani menampilkan keahlian yang dimiliki. Tentu saja karena dunia kerja mengalami perubahan besar seiring juga dengan dunia yang terus berubah, maka dibutuhkan cara-cara baru yang inovatif agar seseorang bisa mengembangkan kariernya ke tingkat yang diidam-idamkan.
Apa saja cara tersebut, Liz Ryan menyimpulkannya dalam sepuluh langkah, dan berikut masing-masing langkah tersebut.

Buatlah resume yang menarik
Jika mengembangkan karier diartikan sebagai mencari pekerjaan baru, maka buatlah surat lamaran atau portofolio yang menarik. Jangan membuat surat lamaran dengan kata-kata klise yang biasa dijumpai di buku petunjuk membuat surat lamaran yang baik. Cobalah menulis dengan sentuhan personal.
Berhati-hati dengan iklan lowongan kerja
Jika ingin mengembangkan karier dan membuat lompatan besar, jangan lekas terbuai dengan berbagai iklan pekerjaan. Carilah yang sudah pasti menawarkan prospek kerja dan peningkatan karier yang jelas.
Membangun jaringan online
Saat situs Facebook dimanfaatkan Barack Obama untuk memuluskan jalannya menjadi Presiden Amerika Serikat, semua orang pun makin yakin bahwa situs jejaring sosial semacam ini sangat efektif dijadikan ajang mencari kesempatan-kesempatan baru. Karena itu, buatlah akun di situs-situs tersebut, buatlah blog, dan katakan pada dunia siapa Anda, apa yang Anda ketahui, juga hal-hal yang menjadi obsesi Anda.
Cari networking
Jika belum memiliki networking dari bidang pekerjaan yang diinginkan, mulailah dari sekarang. Dengan bantuan jaringan kerja yang luas, seseorang bisa mendapatkan banyak kesempatan tak terduga yang menggembirakan.
Jaga jalinan kerja yang sudah dibangun
Jika jalinan kerja sudah terbangun, tetaplah menjaga kedekatan dengan sering berkomunikasi dan memberikan apa yang terbaik yang Anda punya untuk mereka. Dengan memberikan yang terbaik, Anda akan mendapatkan yang terbaik.
Jangan pelit untuk melakukan riset
Jika tertarik pada satu bidang tertentu, coba cari tahu hingga sedetail mungkin tentang bidang itu. Riset bisa dilakukan dengan cara apa pun, mulai bertanya pada teman, browsing di internet, berkonsultasi pada ahlinya, sampai menghadiri pertemuan-pertemuan yang berhubungan dengan bidang tersebut.
Selalu "menjual diri"
Bagaimanapun, dalam dunia kerja, Anda harus "menjual diri" Anda. Anda harus bisa memikat bos dengan ide-ide yang cemerlang, Anda yang harus meyakinkan banyak orang bahwa Anda layak dan bisa melakukan pekerjaan dengan baik dan benar.
Katakan apa yang perlu dikatakan.
Saat wawancara kerja atau bertemu dengan calon rekan bisnis, ceritakan sejauh yang mereka ingin tahu. Jangan terlalu mengumbar cerita atau malah menceritakan kehidupan pribadi.
Cari role model
Carilah seseorang yang Anda kagumi dan tiru langkahnya yang membuat Anda kagum padanya. Memiliki penutan dalam berkarier membantu seseorang untuk meningkatkan motivasi diri.
Terbukalah

Terbukalah pada kesempatan dan peluang baru yang tidak terduga. Siapa tahu Anda tertarik untuk melakukan tantangan baru tersebut. Ini bukan berarti membuat Anda tidak fokus pada satu hal, tapi terbuka pada banyak hal berarti menciptakan banyak kesempatan baik.

F. BEBERAPA TES YANG DIGUNAKAN DALAM MEMASUKI DUNIA KERJA

Bagi para pencari kerja, mungkin tidak asing dengan serangkaian soal-soal yang disajikan dalam mengikuti psikotes saat melakukan tes kerja di beberapa perusahaan. Sebagian orang kadang merasa bahwa psikotes adalah sebuah ganjalan menuju pekerjaan impiannya, sehingga seringkali mengkambing hitamkan tahap ini jika tidak berhasil. Kata orang, tak kenal maka tak sayang, berikut beberapa alat tes yang yang biasanyanya digunakan oleh para psikolog :
Tes Kemampuan Kognitif Tes berbentuk Paper and pencil untuk mengukur kemampuan mental secara umum atau intelegensi. Tes semacam ini bisanya dikategorikan dalam : · Tes Intelegensi Umum · Tes Bakat (aptitude test): Mengukur aspek verbal (bahasa), mechanical (mekanik), numerical (hitungan), spatial (daya bayang ruang), dll Karena yang diukur adalah kemampuan mental (mental ability), maka tes ini ditujukan untuk memilah-milah orang dalam kelompok tertentu (biasanya berdasarkan potensi intelegensi atau IQ) sehingga tidak heran untuk setiap sub tes dibatasi oleh waktu yang sangat ketat dan kecepatan berpikir memainkan peran yang cukup penting disini. Jika tester atau instruktur sudah memegang stopwatch berarti Anda harus mengerjakan secepat-cepatnya namun juga dituntut ketelitian yang tinggi agar hasilnya maksimal. Jangan khawatir, tes semacam ini tidak mengenal pengurangan nilai jika ada jawaban salah seperti yang terjadi pada tes masuk universitas.
Tes Kepribadian Salah satu metode seleksi yang banyak digunakan untuk mengukur karakteristik kepribadian pencari kerja dan mencari kesesuaiannya dengan jenis pekerjaan. Tes ini banyak macamnya, mulai dari inventory (personality questionnaire) juga tes grafis atau menggambar sesuatu. Dalam inventory, Anda akan diminta merespon serangkaian pernyataan lalu menjawabnya berdasarkan preferensi atau pilihan pribadi Anda terhadap suatu hal. Tes Grafis adalah salah satu tes yang paling banyak membingungkan peserta tes. Kerap kali peserta memiliki pemahaman yang salah mengenai tes ini sehingga tidak mendengarkan penjelasan tester dengan hati-hati. Peserta terkadang mendapat informasi harus menggambar begini-begitu sehingga gambar peserta satu dengan lainnya memiliki tema yang sama. Meski dari sisi grafologi hal ini tetap dapat diinterpretasi oleh psikolog, akan sangat membantu apabila masing-masing peserta menggambar sesuai keinginan pribadinya tanpa diintervensi oleh masukan yang belum tentu dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Diskusi Kelompok Dalam diskusi kelompok, peserta tes di tempatkan dalam beberapa kelompok, terdiri dari 4-7 orang, lalu diberi sebuah studi kasus yang berhubungan dengan pekerjaan untuk dibahas bersama. Selama proses diskusi berlangsung, perilaku peserta akan diobservasi untuk melihat kemampuan komunikasi maupun bagaimana seseorang menampilkan dirinya dalam sebuah interaksi sosial. Diskusi kelompok atau yang beken dengan nama LGD (Leaderless Group Discussion) cukup efektif jika digunakan untuk posisi supervisor ke atas atau management trainee karena potensi kepemimpinan seseorang juga dapat diobservasi melalui proses ini.

Wawancara Tujuan wawancara pada dasarnya untuk melengkapi berbagai data yang telah diambil sebelumnya serta sebagai cross check jika ada data yang dinilai perlu diperjelas. Bisa dikatakan untuk melengkapi potongan puzzle dari gambaran seseorang agar dapat dilihat secara utuh untuk diambil sebagai suatu kesimpulan. Peserta diminta menceritakan dirinya atau peristiwa-peristiwa yang dialaminya baik dalam konteks pekerjaan ataupun kehidupan pribadinya. Wawancara sendiri banyak macamnya, salah satunya :
Berdasarkan jenis pertanyaan :
· Unstructure : wawancara yang tidak terstuktur sesuai namanya tidak memiliki alur yang jelas, intinya : suka-suka pewawancara. Variasi pertanyaannya bisa sangat luas mulai dari hal-hal teknis sampai dengan pertanyaan yang terkesan tidak ada relevansinya sama sekali dengan pekerjaan.
· Focused Question : wawancara jenis ini fokus hanya pada beberapa pertanyaan yang memiliki relevansi tinggi dengan kompetensi kritikal dari kandidat. Misalnya hanya fokus pada masalah leadership, pengambilan keputusan, atau kemampuan menjual saja, tergantung kebutuhan dari pekerjaan atau perusahaan tersebut. Biasanya kandidat akan bertemu dengan interviewer lain guna melengkapi data yang diperlukan dan kemungkinan menggunakan teknik interview yang berbeda.
· Behavioral Event : Wawancara jenis ini fokus pada perilaku yang ditampilkan oleh peserta pada pengalaman kerja sebelumnya. Mottonya : past experiences predict future performance. Pewawancara akan fokus pada keadaan atau kejadian pada situasi tertentu, lalu apa tindakan yang dilakukan oleh peserta ketika merespon keadaan tersebut, dan seperti apa hasil yang diperoleh dari tindakannya. Sebaiknya peserta berfokus pada pengalaman yang telah terjadi sehingga dapat memberikan gambaran dari hasil atau prestasi yang telah dicapainya, karena tanpa adanya suatu hasil maka sehebat apapun tindakan atau keputusan yang dibuatnya pada masa lalu akan sulit dinilai efektivitasnya.
· Job Related : wawancara ini berisi serangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaan secara langsung serta aspek-aspek teknis dari pekerjaan tersebut.
Berdasarkan interviewer :
· User : Terdiri dari atasan, biasanya levelnya sudah manajerial. Pertanyaan user akan sangat tergantung pada kemampuan atau teknik interview yang dikuasai user. Jika cukup terlatih, selain menggali kemampuan teknis pekerjaan, maka aspek pribadi dan motivasi serta kompetensi yang bersifat soft skills juga akan menjadi pertimbangan user. Wawancara dengan user juga memberi kesempatan pada kedua belah pihak untuk menimbang kecocokan satu sama lain serta merasakan chemistry yang timbul karena kedua orang ini akan bekerja sama dalam sebuah tim.
· HRD/Psikolog : Pihak ini akan lebih banyak menggali kompetensi soft skills peserta, kepribadian dan motivasi dihubungkan dengan persyaratan dari suatu jabatan. Jarang sekali HRD atau psikolog menggali secara mendalam aspek teknis sebuah pekerjaan kecuali jika ia cukup menguasai atau berpengalaman di bidang tersebut. · Untuk posisi managerial, Head of Division atau bahkan Direktur Utama menyempatkan diri untuk bertemu dengan kandidat. Karena aspek teknis dan kompetensi soft skills sudah dianggap aman dan digali melalui wawancara dengan user/HRD, para Direktur seringkali hanya ingin berhadapan muka dengan calon karyawannya, just get the right feeling.

DAFTAR RUJUKAN

- Munandir,Prof.Dr.1996.Program Bimbingan Karir di Sekolah.Jakarta: Depdikbud.

- http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/04/24/198/213579/strategi-baru-meningkatkan-karier, diakses tgl 21 April 2009

- http://mitrainspira.blogspot.com/2009/01/jenis-jenis-tes-dalam psikotest.html,online,tgl 21 April 2009

ARTIKEL TENTANG KARIR

Generasi muda merupakan salah satu elemen utama penerus dan regenerasi bangsa. Masa muda adalah proses peralihan masa kanak-kanak menuju masa dewasa, suatu masa yang paling menentukan perkembangan manusia di bidang emosional, moral, spiritual, dan fisik. Masa ini dipenuhi dengan perkembangan dan perubahan, masa goncang dan penuh dengan pemberontakan. Tak jarang ditemui banyak kaum muda kehilangan pegangan dalam usaha menemukan dirinya. Dalam masa ini kaum muda membutuhkan pendampingan yang intensif dari orang yang lain yang lebih dewasa.

Pada hakekatnya seseorang yang tengah memasuki tahap remaja memiliki karakteristik mental yang tengah labil. Dapat dikatakan seseorang tersebut sedang memasuki tahap yang dinamakan transisi. Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun yang berada pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), adalah usia di mana seorang individu yang berada dalam masa atau tahap peralihan. Dalam masa ini individu mulai berinteraksi dengan individu lainnya, baik dengan yang sejenis maupun dengan lawan jenisnya. Lebih-lebih seorang pribadi individu yang tinggal di daerah perkotaan. Mereka begitu dekat dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu mereka membutuhkan perhatian dan pendampingan yang baik dan serius. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu mereka dalam menghadapi masa depan mereka. Pendampingan/advokasi terhadap siswa-siswi di tingkat SMP ataupun tingkat SMA salah satunya adalah dengan kegiatan Bimbingan dan Konseling (BK). BK (Bimbingan dan Konseling) merupakan proses bantuan yang diberikan kepada individu/siswa-siswi agar dapat memahami dirinya, mengarahkan dirinya, dan memecahkan masalah serta dapat merencanakan masa depannya selaras dengan tuntutan masyarakat/zaman dan mampu berkompetisi dan menyikapi secara positif berbagai permasalahan dan tawaran zaman yang begitu menggiurkan. Bimbingan ini merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam hal memecahkan masalah yang sangat kompleks dan bersifat rahasia. Bimbingan dalam menggunakan waktu senggang (Sure time Guidance).

Bimbingan ini juga diberikan kepada individu-individu dalam hal bagaimana memanfaatkan waktu luang. Siswa dapat mengisi waktu senggang yang ada untuk kegiatan yang bermanfaat dan produktif. Bimbingan dan Konseling ini menyangkut beberapa hal, yaitu :

1. Bimbingan Pribadi (Personal Guidance)

2. Bimbingan Sosial (Social Guidance)

3. Bimbingan Pengajaran / Belajar (Instruction Guidance)

4. Bimbingan Karier (Career Guidance)

Berdasarkan uraian di atas bahwa BK memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam perkembangan diri siswa-siswi, yaitu antara lain untuk memahami seluruh potensi peserta siswa-siswi, mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa-siswi, menyalurkan segala kekuatan siswa-siswi untuk dikembangkan, untuk mengentaskan segala masalah yang dialami siswa-siswi, dan untuk melindungi hak-hak peserta didik.

Guru BK juga menempati posisi yang strategis dalam upaya pembinaan peserta didik, baik untuk tujuan preventif, kuratif, maupun rehabilitatif. Peranan guru BK (bimbingan konseling) di sekolah sangat bermakna untuk dapat membantu siswa yang bermasalah. Konselor yang ada di sekolah dalam hal ini guru BK tentunya harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas mengenai tahapan perkembangan fisik, mental, sosial, spiritual di masa remaja. Corak kehidupan remaja, pemikiran tentang diri dan lingkungannya, gaya hidup yang dianut dan pandangan remaja perlu dipahami dengan baik oleh seorang guru BK. Kegelisahan yang dialami siswa sehubungan dengan kebutuhan memiliki indentitas diri sangat perlu dipahami oleh guru BK dalam konteks kehidupan remaja sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada. Guru BK juga diharapkan menyiapkan diri dengan berbagai informasi mengenai macam pendidikan atau pekerjaan yang bisa dipilih sesuai dengan kemampuan dan kondisi nya, termasuk cara memperoleh kesempatan dan persyaratan yang harus dipenuhi. Konseling untuk remaja bermasalah diarahkan terutama untuk membantu pengembangan rasa percaya diri dan sikap kemandirian dalam menjalani kehidupan. Dalam dunia pendidikan sering kali kita dihadapkan kepada fenomena, yang kerap ada di dalamnya. Selama ini masyarakat sering menentukan, seorang anak yang belajar di suatu sekolah dikatakan berhasil jika ia mendapatkan nilai dan ijazah yang bagus, tanpa memperhatikan bekal atau keahlian yang dimiliki oleh siswa atau anak itu.

Untuk siswa SMA pada umumnya mereka mulai dihadapkan pada permasalahan mengenai apa yang menjadi bakat atau minat mereka. Sehingga permasalahan cari potensi bakat merupakan hal yang amat penting. Hal ini dianggap sangat penting karena nantinya menentukan kesuksesan akan masa depan mereka sendiri. Apabila seorang individu tidak dapat mengenali bakat dan minat yang ada di dalam diri mereka maka individu tersebut tidak dapat mengenali kemana potensi diri mereka akan dimaksimalkan. Bukanlah tidak mungkin seorang siswa yang berprestasi pun kesusahan di dalam menentukan apa yang menjadi minat serta bakat dalam diri mereka.

Guru BK mempunyai peranan yang dinilai penting di dalam hal ini. Di SMA Negeri 1 Rancaekek, salah seorang guru BK yang saya wawancarai mengemukakan bahwa kebanyakan siswa yang berprestasi di sekolah tersebut mengeluhkan soal minat dan bakat mereka. Hampir 40 persen siswa di SMA 1 Rancaekek keberatan dengan jurusan dan sekolah yang mereka pilih. Contoh kasus:

1. Ada siswa yang ingin melanjutkan ke STM tetapi karena keinginan orang tua maka terpaksa ia masuk SMA. Memang siswa tersebut berprestasi di kelasnya tetapi karena siswa tersebut merasa lebih berminat mempelajari mesin-mesin sementara di SMA tidak belajar akan masalah mesin, maka dia merasa bingung dalam menentukan jurusan.

2. Ada siswa yang salah memilih jurusan. Banyak siswa yang bakat dan minatnya di IPA tetapi karena akhir-akhir ini diberlakukan standar kelulusan yang tiap tahun semakin naik nilainya, maka banyak siswa IPA yang ramai pindah ke IPS. Akan tetapi sebagian besar dari mereka jenuh karena tidak berminat untuk menghapal dan banyak juga yang kewalahan belajar akuntansi.

3. Ada pula siswa yang bingung dalam memilih jurusan ketika akan masuk ke perguruan tinggi, bahkan ada juga siswa yang bingung ketika memilih perguruan tinggi yang bonafit baik itu swasta ataupun negeri

4. Yang terakhir, ada siswa yang mengeluhkan bagaimana keadaan dunia kerja dan pekerjaan apa yang layak mereka terima ketika mereka menyelesaikan studi mereka di bangku SMA. Hal ini dikarenakan semakin ketatnya persaingan di dunia kerja itu sendiri. Dapat dikatakan permasalahan mengenai minat dan bakat dan juga tentang orientasi masa depan menjadi permasalahan utama siswa yang berprestasi di SMA.Uraian di atas merupakan salah satu tujuan dari adanya bimbingan karier yang ada di sekolah yang dilaksanakan di bawah asuhan BK.

Mengenai waktu pelaksanaan bimbingan karier dapat diintegrasikan dengan jam-jam pelajaran yang sudah ada, atau pun menyediakan jam khusus untuk keperluan bimbingan karier ini. Jika cara ini yang dipilih maka semua guru kelas dan semua guru bidang studi sekaligus menjadi guru bimbingan karier. Dalam setiap pelajaran yang diberikan, guru dapat menyelipkan berbagai macam hal yang berkaitan dengan pekerjaan/jabatan/karier anak-anak di masa mendatang, disesuaikan dengan tahap perkembangan karier anak. Kalau ada tenaga khusus untuk Bimbingan Karier, maka penyediaan jam khusus akan sangat bermanfaat. Selain melakukan konseling dan bimbingan yang menyangkut soal karier, BK juga melakukan penyuluhan-penyuluhan mengenai pentingnya mengenal potensi yang ada dalam diri dan juga termasuk minat dan bakat karena nantinya berguna untuk penentu masa depan selepasnya dari SMA. Yang dimaksudkan karier di sini adalah orientasi siswa setelah selesai dari SMA. Hal ini terkait mengenai cita-cita siswa tersebut ditinjau dari potensi yang ada dalam diri siswa tersebut. Bimbingan karier juga termasuk salah satu dari empat belas bentuk pelayanan di dalam praktek pekerjaan sosial. Pelaksanaan bimbingan karier di sekolah merupakan salah satu wujud BK di dalam menyelesaikan permasalahan siswa di SMA mengenai minat dan bakat sekaligus orientasi masa depan mereka. Dalam hal ini sekolah menjalin hubungan kerja sama antara sekolah dengan masyarakat di luar sekolah seperti ceramah dari tokoh berkarier, kunjungan, pengumpulan informasi di berbagai perusahaan dan lapangan, mengumpulkan informasi jabatan, konsultasi dengan penyuluh BK dalam rangka pemilihan program pilihan dan situasi yang diciptakan cukup memadai maka BK telah dilaksanakan dengan baik. Bimbingan karier dapat dilakukan lewat obrolan dua arah antara konselor, dalam hal ini guru pembimbing dengan siswa asuhannya seputar masalah cita-cita ditinjau dari minat dan bakat berikut segala kendala yang dihadapi siswa tersebut.

SUMBER : http://go-kerja.com/peranan-sekolah-dalam-karier/